Penyebab, Gejala, dan DIagnosis Kanker Mata yang Perlu Anda Ketahui

 

Kanker mata adalah jenis kanker yang meyerang bagian jaringan mata. Mutasi genetik adalah faktor utama penyebab kanker ini. Pertumbuhan sel jaringan mata yang tidak terkendali akibat perubahan pada gen atau DNA sel jaringan mata. Oleh sebab itu, diagnosis kanker mata perlu dilakukan sejak dini.

Ketika anda mengalami gejala kanker mata, ada baiknya segera memeriksakan kondisi anda agar dokter dapat memberikan diagnosis terkait kanker mata.

Diagnosis Kanker Mata

Diagnosis dan pemeriksaan sangat penting untuk dilakukan guna mendeteksi kanker sejak dini. Dokter akan melakukan diagnosis kanker mata dengan cara pemeriksaan mata. Pemeriksaan mata dapat dilakukan dengan bantuan alat seperti oftalmoskopi dan ganioskopi lensa.

Dokter akan melakukan pemerisaan terkait:

  • Pemeriksaan mata dengan menggunakan cahaya dari oftalmoskopi untuk memeriksa adanya melanoma.
  • Memeriksa kondisi medis penderita, gejala, dan riwayat kanker keluarga terutama kanker mata.
  • Pergerakan bola mata penderita.
  • Kemampuan penglihatan mata.
  • Pemeriksaan pelebaran pembuluh darah mata.
  • Pemeriksaan pada vitreous humor, yaitu cairan bening seperti jelly dalam bola mata. Jika mengalami limfoma intraocular, maka vitreous humor akan mengalami pengeruhan.

Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan san penyebaran sel kanker, penderita dapat melakukan pemeriksaan lanjut.

  • Tes pungsi lumbal. Tes ini dilakukan untuk mendeteksi penyebaran kanker limfoma intraocular yang biasanya menyebar pada otak atau saraf tulang belakang. Pengambilan cairan serebrospinal dari daerah tulang belakang adalah cara untuk melakukan tes ini.
  • Pemindaian seperti CT scan, USG mata, atau MRI dapat dilakukan untuk mengetahui lokasi dan ukuran sel kanker. Pemindaian ini juga dapat dilakukan pada organ lain untuk mengetahui sejauh mana penyebaran kanker telah terjadi.
  • Biopsi adalah pemeriksaan dengan cara mengambil sampel jaringan mata untuk diperiksan dibawah mikroskop. Pemeriksaan dengan cara biopsi jarang dilakukan sebab memiliki tingkat kesulitan dalam mengambil sampel jaringan mata tanpa menimbulkan kerusakan.

Gejala Kanker Mata

Berikut gejala kanker mata yang umum terjadi:

  • Penglihatan mulai terasa kabur
  • Pembekakan pada bagian mata atau kelopak mata
  • Perlahan, kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan
  • Melihat kilatan cahaya, garis bengkok, bercak, bayangan
  • Terapat bintik gelap pada bagian iris
  • Gangguan pada jangkauan dan lapang pandangan

Gejala yang disebutkan di atas bisa juga sebagai gejala penyakit lain selain kanker mata. Terkadang kanker mata jenis melanoma intraocular tidak menunjukkan gejala apapun. Karena kanker mata jenis melanoma intraocular tidak menimbulkan gejala, maka perlu melakukan diagnosis jika anda mengalami gejala yang telah disebutkan.

Gejala kanker mata jenis retinoblastoma lebih spesifik. Meskipun lebih spesifik, namun seringkali gejalanya sulit dikenali, oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Gejala kanker jenis retinoblastoma antara lain:

  • Terdapat perubahan warna pada iris mata
  • Bermata juling
  • Mata merah dan mengalami peradangan pada mata
  • Penglihatan buram atau kurang baik
  • Refleksi berwarna putih di pupil mata. Refleksi pupil yang normal biasanya berwarna merah saat difoto

Penyebab Kanker Mata

Penyebab kanker mata belum diketahui secara pasti. Namun terjadinya kanker mata diakibatkan oleh mutasi gen yang terjadi pada jaringan mata. Sel mata pada umumnya atau dalam kondisi normal akan membelah diri secara teratur dan berkala untuk mengganti sel jaringan mata yang telah rusak. Saat pembelahan sel tersebut, terdapat gen dalam sel jaringan mata yang mengatur kapan waktunya sel melakukan pembelahan dan berhenti membelah diri.

Perubahan pada gen atau DNA sel yang mengatur pembelahan sel jaringan mata tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kanker mata. Perubahan atau mutasi gen tersebut membuat gen pengontrol pembelahan sel menjadi tidak berfungsi dan menyebabkan sel jaringan mata membelah diri secara tidak terkendali atau abnormal.

 

 

Referensi:

Alodokter.com

Hellosehat.com

Halodoc.com

Sumber: idntimes.com

Penyebab dan Gejala Kanker Mata yang Harus Anda Waspadai

Kanker mata adalah penyakit yang diakibatkan oleh pertumbuhan sel jaringan mata yang tidak terkendali. Pertumbuhan sel yang tak terkendali tersebut dapat menyebar ke daerah lain pula. Kenali gejala kanker mata sesuai dengan jenis kanker mata yang umumnya terjadi.

Ketika gejala kanker mata anda rasakan, segera ke dokter. Gejala yang dirasakan berbeda-beda, bergantung pada jenis kanker mata yang diderita. Jenis kanker mata yang sering terjadi adalah melanoma intraocular primer.

Gejala

Berikut gejala kanker mata yang umum terjadi:

  • Penglihatan mulai terasa kabur
  • Pembekakan pada bagian mata atau kelopak mata
  • Perlahan, kehilangan sebagian atau seluruh penglihatan
  • Melihat kilatan cahaya, garis bengkok, bercak, bayangan
  • Terapat bintik gelap pada bagian iris
  • Gangguan pada jangkauan dan lapang pandangan

Gejala yang disebutkan di atas bisa juga sebagai gejala penyakit lain selain kanker mata. Terkadang kanker mata jenis melanoma intraocular tidak menunjukkan gejala apapun. Karena kanker mata jenis melanoma intraocular tidak menimbulkan gejala, maka perlu melakukan diagnosis jika anda mengalami gejala yang telah disebutkan.

 

Gejala kanker mata jenis retinoblastoma lebih spesifik. Meskipun lebih spesifik, namun seringkali gejalanya sulit dikenali, oleh sebab itu perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Gejala kanker jenis retinoblastoma antara lain:

  • Terdapat perubahan warna pada iris mata
  • Bermata juling
  • Mata merah dan mengalami peradangan pada mata
  • Penglihatan buram atau kurang baik
  • Refleksi berwarna putih di pupil mata. Refleksi pupil yang normal biasanya berwarna merah saat difoto

 

Penyebab

Penyebab kanker mata belum diketahui secara pasti. Namun terjadinya kanker mata diakibatkan oleh mutasi gen yang terjadi pada jaringan mata. Sel mata pada umumnya atau dalam kondisi normal akan membelah diri secara teratur dan berkala untuk mengganti sel jaringan mata yang telah rusak. Saat pembelahan sel tersebut, terdapat gen dalam sel jaringan mata yang mengatur kapan waktunya sel melakukan pembelahan dan berhenti membelah diri.

Perubahan pada gen atau DNA sel yang mengatur pembelahan sel jaringan mata tersebut dapat mengakibatkan terjadinya kanker mata. Perubahan atau mutasi gen tersebut membuat gen pengontrol pembelahan sel menjadi tidak berfungsi dan menyebabkan sel jaringan mata membelah diri secara tidak terkendali atau abnormal.

Penyebab dari mutasi gen tersebut belum diketahui secara pasti. Namun kondisi berikut bisa mudah terkena kanker mata jenis melanoma intraocular.

  • Memiliki tahi lalat yang bersifat kanker
  • Riwayat kanker keturunan yang dapat mengakibatkan kanker mata
  • Warna yang lebih terang seperti biru, hijau, atau abu-abu. Sebab mata yang lebih terang hanya memiliki sedikit pigmen untuk melindungi mata dari sinar UV
  • Sering terpapar sinar matahari
  • Memiliki kulit putih. Sebab lebih sensitive terhadap sinar matahari dan dapat menyebabkan kanker yang menyebar ke area mata
  • Beberapa jenis pekerjaan diduga dapat menjadi pemicu timbulnya kanker mata, seperti nelayan, petani, tukang las, atau pekerjaan lain yang berkaitan dengan zat kimia
  • Paparan lampu ultraviolet

 

Khusus kanker mata jenis retinoblastoma belum diketahui secara pasti penyebabnya. Namun kanker mata jenis limfoma intraocular lebih mudah menyerang pada penderita HIV/AIDS atau seseorang yang sedang menjalani pengobatan imunosupresif pasca cangkok organ.

Selalu periksa ke dokter untuk mengetahui gejala yang anda rasakan. Apabila anda merasa perlu, tak perlu ragu untuk selalu konsultasikan kepada dokter jika anda mengalami gejala dari kanker mata.

 

Referensi:

Alodokter.com

Halodoc.com

Hellosehat.com

Sumber: alodokter.com

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Laring

Kanker laring adalah kondisi seseorang yang mengalami tumor ganas pada laring dan memerlukan pengobatan khusus kanker laring. Laring adalah bagian dari saluran pernapasan, dan tempat untuk membuat suara. Laring biasanya juga disebut sebagai pita suara. Laring juga berfungsi dalam membantu proses menelan. Laring terletak di tepat di atas batang tenggorokan atau trakea.

Gejala kanker laring tidak muncul pada tahap, sehingga pengobatan kanker laring ini diberikan saat memasuki tahap tertentu. Sebelum memberikan pengobatan, dokter akan mendiagnosis terlebih dahulu agar dapat memberikan pengobatan dan perawatan dengan tepat.

Pengobatan kanker laring dapat dilakukan dengan melakukan operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Sebelumnya tahap atau stadium kanker akan ditentukan terlebih dahulu oleh dokter.

  • Stadium 0 atau disebut dengan carcinoma in situ. Tahap ini mulai muncul sel abnormal yang bisa menjadi kanker dan dapat menyebar ke sel lain.
  • Stadium I. Pada tahap ini sel abnormal telah menjadi kanker, namun masih berukuran kecil dan belum menyebar.
  • Stadium II. Kanker yang terdapat di laring bertambah besar, namun belum menyebar ke bagian lain.
  • Stadium III. Kanker telah bertambah besar dan mulai menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium IV. Pada tahap ini biasanya disebut dengan metastasis, kanker telah menyebar ke organ tubuh lain yang letaknya jauh dari laring.

Penyebab

Kanker laring dapat dipicu oleh beberapa faktor sebagai berikut.

  • Berusia diatas 55 tahun
  • Sering merokok
  • Diet yang tidak sehat
  • Terpapar asbes dalam jangka panjang
  • Terinfeksi virus Human Papillomavirus (HPV)
  • Mengonsumsi alkohol
  • Riwayat kanker tenggorokan pada keluarga
  • Penyakit lambung atau GERD
  • Menderita kondisi genetic tertentu, misalnya anemia fanconi

Gejala

Tahap awal kanker laring biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, apabila timbul gejala, kanker laring lebih mudah dideteksi daripada kanker lainnya. Berikut gejala kanker laring.

  • Suara serak
  • Terdapat bejolan pada leher atau pembekakan
  • Kesulitan dalam bernapas
  • Kesulitan dalam menelan
  • Terasa sakit pada tenggorokan
  • Batuk berdarah
  • Berat badan turun drastis
  • Sakit pada bagian telinga

Pengobatan

Dalam menangani kanker laring ini, terdapat 3 cara pengobatan yang umum dilakukan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Operasi

Terdapat 3 tipe operasi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Tipe 1 adalah Reseksi Endoskopi. Operasi tiper pertama ini dilakukan untuk menangani tumor yang masih kecil dengan cara memotong tumor tersebut.

Tipe 2 adalah Laringektomi parsial. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan pada bagian leher untuk mengangkat tumor. Setelah itu pasien akan diberi lubang pada bagian leher untuk membantu pasien dalam berbicara dan bernapas.

Tipe 3 adalah Laringektomi total. Operasi tipe ini dilakukan ketika kondisi kanker sudah sangat parah dan seluruh laring harus dipotong. Hal ini membuat pasien kesulitan dalam berbicara, dan membutuhkan stoma permanen untuk membantu dalam bernapas.

  • Radioterapi

Pengobatan ini menggunakan radiasi untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Pengobatan jenis ini dilakukan pada kondisi kanker laring masih ringan. Radioterapi juga digunakan untuk membantu dalam proses operasi pengangkatan tumor yang bertujuan untuk mengecilkan tumor sehingga mudah untuk diangkat. Pengobatan dengan prosedur ini juga memiliki efek samping, seperti peradangan pada lapiran mukosa tenggorokan, perubahan pada kulit, dan mulut kering.

  • Kemoterapi

Prosedur dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Prosedur ini digunakan ketika kanker telah menyebar ke organ tubuh lain. Pengobatan dengan kemoterapi juga memiliki efek samping, diantaranya adalah mual dan muntah.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda agar pengobatan dan perawatan yang diberikan sesuai dengan kondisi anda.

 

Referensi

Alodokter.com

Hellosehat.com

Sumber: futuready.com

 

Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan Kanker Mulut yang Perlu Anda Ketahui

 

Kanker mulut adalah kanker yang menyerang area bibir, jaringan dinding mulut, lidah, gusi, dan langit-langit mulut. Pengobatan kanker mulut dilakukan dengan beberapa cara, menyesuaikan kondisi pasien.

Sebelum mengobati kanker mulut, alangkah baiknya jika anda melakukan pencegahan. Kanker mulut dapat menyebar pada faring dan kelenjar ludah. Gejala umum yang terjadi adalah sariawan yang tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama.

Kanker mulut dapat dideteksi sejak dini sehingga pengobatan kanker mulut dapat diberikan dengan segera. Berikut gejala kanker mulut yang perlu anda ketahui dan waspadai.

  • Nyeri pada mulut

Gejala awal kanker mulut yang sering dialami penderita adalah rasa nyeri pada mulut yang tak kunjung sembuh dan berlangsung lama. Jika merasakan nyeri pada mulut dan berlangsung lama segera periksakan ke dokter. Penangan yang tepat dan cepat dapat membantu anda terhindari dari penyakit kanker mulut.

  • Bau mulut

Umumnyam bau mulut adalah permasalahan banyak orang. Namun jika anda melakukan berbagai cara untuk mengatasi bau mulut dan tidak terjadi perubahan, maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter anda. Bau mulut yang tak kunjung hilang adalah gejala dari kanker mulut yang tidak banyak orang sadari.

  • Munculnya bercak putih atau merah

Munculnya bercak putih atau merah pada tenggorokan dapat menjadi gejala awal kanker mulut. Bercak tersebut biasanya dianggap biasa saja, namun anda harus waspada, sebab bercak putih atau merah yang muncul adalah tanda dari perkembangan kanker mulut.

  • Sulit menelan

Sensasi terbakar saat menelan atau mengunyah makanan adalah tanda dari kanker mulut. Biasanya pada bagian tenggorokan merasakan adanya makanan yang tersangkut atau menempel. Rasa sakit saat menelan juga diakibatkan oleh penyempitan kerongkongan yang berbahaya bagi kesehatan mulut anda.

  • Perubahan suara

Kanker mulut dapat memengaruhi suara anda. Hal ini disebabkan kanker telah menyebar ke pita suara, akibatnya suara menjadi serak atau parau. Hal ini membuat penderita kesulitan dalam mengucapkan beberapa kata atau berbicara.

  • Sakit pada gigi atau rahang

Nyeri pada gigi atau rahang dapat menjadi gejala munculnya kanker mulut. Anda harus waspada ketika anda mengalami nyeri gigi atau rahang yang kunjung sembuh dalam waktu lama. Ketika anda mengalami hal ini, segera periksakan diri anda ke dokter.

  • Lidah mati rasa

Sel kanker yang telah menyebar dapat menyebabkan mati rasa pada lidah anda. Hal ini tentu saja dapat mengganggu dan menyebabkan seseorang tidak dapat merasakan rasa dari makanan, dan menurunkan nafsu makan.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan disesuaikan dengan stadium kanker, letak, dan jenis kanker mulut. Berikut beberapa cara untuk dalam mengobati kanker ini.

  • Radioterapi

Pengobatan dengan prosedur ini dilakukan untuk membunun sel kanker dengan menggunakan sinak-x. Umumnya, radioterapi dikombinasikan dengan kemoterapi atau operasi.

Efek samping dari radioterapi adalah mulut terasa kering, pembusukan gigi, dan kerusakan pada tulang rahang. Komsultasikan kepada dokter sebelum melakukan radioterapi.

  • Operasi

Pada stadium awal dapat dilakukan dengan menggunakan sinar laser. Namun, apabila kanker telah menyebar ke area lain, maka perlu dilakukan pengangkatan kanker tersebut. Dokter bedah dapat melakukan rekonstruksi wajah untuk mengembalikan bentuk bagian atau jaringan yang diangkat.

Efek samping dari operasi berupa infeksi dan pendarahan. Selain itu, operasi dapat memengaruhi cara bicara, dan penampilan.

  • Kemoterapi

Dokter akan mengajurkan kemoterapi jika kanker telah menyebar luas dan berisiko tumbuh kembali. obat-obatan yang digunakan akan menghancurkan sel-sel kanker agar tidak berkembang.

Efek samping dari kemoterapi berupa mual, muntah, cepat lelah, nyeri pada mulut, dan sariawan.

  • Terapi obat bertarget

Terapi ini bertujuan untuk membunuh sel-sel kanker dan merangsang sistem imun untuk membunuh sel kanker tersebut. terapi obat bertarget ini bisa diberikan bersama dengan kemoterapi.

Efek samping dari terapi obat bertarget berupa diare, ruam, gatal-gatal, dan infeksi.

Pencegahan

Penyebab dari kanker mulut belum diketahui secara pasti sehingga tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun hal-hal berikut dapat diterapkan untuk mengurangi risiko timbulnya kanker mulut.

  • Menjaga kebersihan dan kesehatan mulut dan gigi dengan rajin menggosok gigi.
  • Menghindari mengonsumsi alkohol.
  • Pola makan dan hidup sehat, memperbanyak mengonsumi sayur dan buah.
  • Tidak atau mengurangi merokok.
  • Rutin memeriksakan gigi, setidaknya satu tahun sekali.

Referensi:

Alodokter.com

Sehatq.com

 

Sumber gambar:

alodokter.com

 

Penyebab, Diagnosis, dan Stadium Kanker Mulut

Kanker mulut adalah jenis kanker yang menyerang area mulut. Kanker ini dapat terjadi di permukaan lidah, tepi dinding mulut, bibir, gusi, lidah, dan langit-langit mulut. Jika kanker telah pada stadium lanjut, kanker dapat menyebar ke faring.

Gejala dari kanker mulut dapat dideteksi dengan mudah. Diagnosis kanker mulut dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika diperlukan.

Dokter akan melakukan diagnosis kanker mulut melalui gejala yang anda keluhkan. Dokter akan memberikan perawaran, pemeriksaan, dan diagnosis serta penangan awal sebelum merujuk pasien untuk melakukan pengobatan lebih lanjut.

Diagnosis Kanker Mulut

Sebelum menetukan diagnosis kanker mulut, dokter akan melakukan pemeriksaan sebagai berikut:

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melakukan pemeriksaan pada bibir dan area mulut anda untuk mencari indikasi, seperti luka yang terjadi dalam mulut atau kelainan dalam mulut. Dokter akan memastikan apakah anda benar-benar mengalami kanker mulut dan menentukan stadium penyebaran kanker.

  • Pemindaian

Pemeriksaan dengan menggunakan pemindaian CT scan, rontgen, MRI dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh sel-sel kanker telah menyebar.

  • Biopsi

Pengambilan sampel jaringan mulut untuk diuji di laboratorium dan menentukan apakah terdapat sel kanker pada mulut pasien.

  • Endoskopi

Tes ini dilakukan untuk memeriksa keadaan tenggorokan penderita, dan mencari tanda-tanda sel kanker yang telah menyebar ke area tenggorokan.

Stadium Kanker Mulut

Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menentukan stadium kanker. Berdasarkan ukuran dan tingkat penyebaran kanker, dibagi menjadi 4 stadium.

  • Stadium 1

Pada stadium 1, kanker masih berukuran sangat kecil dan belum menyebar ke area organ tubuh lainnya.

  • Stadium 2

Pada tahap ini, kanker mulut berukuran 2-4 cm, namun belum menyebar ke area organ tubuh lain.

  • Stadium 3

Pada stadium 3 ini, kanker memiliki ukuran lebih dari 4 cm, dan telah menyebar ke bagian kelenjar getah bening.

  • Stadium 4

Pada tahap ini, kanker telah menjalar ke jaringan getah bening. Kelenjar geta bening semakin membesar dan kanker telah menjalar ke bagian organ lain yang jauh dari mulut, seperti hati.

Penyebab

Kanker mulut terjadi ketika sel jaringan mulut telah mengalami mutasi. Hal ini menyebabkan sel jaringan mulut berkembang secara tidak normal. Perkembangan sel jaringan mulut yang tidak terkendali dapat mematikan sel-sel sehat, dan akibatnya sel yang tumbuh secara tidak terkendali tersebut menumpuk dan menjadi tumor.

Sel kanker ini dapat menyebar ke area organ tubuh lain seperti leher dan kepala, bahkan dapat menjangkau ke organ lain yang jauh dari mulut. Kanker mulut ini sering muncul pada sel tipis yang melapisi bibir. Belum diketahui secara pasti terjadinya mutasi pada sel jaringan mulut tersebut. Namun beberapa hal berikut dapat menyebabkan risiko munculnya kanker mulut.

  • Penggunaan tembakau dalam bentuk apapun, misalnya rokok.
  • Virus yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV/AIDS.
  • Virus yang ditularkan melalui hubungan seksual atau disebut dengan virus human papillovirus (HPV).
  • Mengonsumsi alkohol.
  • Terpapar sinar matahari yang terlalu sering pada bagian bibir.
  • Infeksi herpes mulut.
  • Tidak menjaga kebersihan dan kesehatan mulut.
  • Jarang mengonsumsi sayur dan buah.
  • Penyakit genetik tertentu, seperti diskeratosis kongenital atau anemia fanconi.
  • Sering mengunyah buah pinang.

Anda dapat mencegah terjadinya kanker mulut dengan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan serta kesehatan mulut anda. Segera periksakan diri anda jika mengalami gejala yang anda duga kanker mulut.

 

Referensi:

Alodokter.com

Sehatq.com

Sumber: okaydoc.com

 

Yuk, Cari Tahu Cara Mudah Merawat Kulit Pria

 

Perlu kamu tahu nih, bahwa pada masa sekarang banyak lho, pria yang melakukan perawatan kulit terutama pada wajahnya. Hal ini tentunya pada zaman sekarang, telah dianggap wajar dan tak lagi dianggap kehilangan sisi maskulinitasnya. Para wanita juga banyak lebih suka pria yang menjaga penampilannya. Sehingga cukup penting informasi untuk mengetahui cara merawat kulit pria yang benar dan tepat agar para pria mendapatkan penampilan yang maksimal. Setidaknya kamu perlu mengetahui cara merawat kulit dari yang paling mendasar.

Merawat kulit bagi pria penting karena kulit merupakan organ terluar manusia yang memiliki tugas dalam penjagaan dan perlindungan jaringan serta organ yang ada di dalam tubuh manusia. Adanya masalah pada organ tubuh juga dapat ditandai dengan kulit yang tidak sehat. Kulit wanita dan pria tentunya memiliki perbedaan, contoh yaitu kulit pria lebih tebal jika dibandingkan dengan kulit wanita. Akan tetapi, dasar-dasar merawat kulit pria dan wanita hampir sama dan tidak banyak perbedaannya. Dalam melakukan perawatan kulit kamu haruslah mengetahui terlebih dahulu jenis kulit yang umumnya dibedakan menjadi lima jenis, kulit sensitif, kulit normal, kulit kering, kulit berminyak, dan kulit kombinasi. Untuk kaum pria, patutnya kamu kenali jenis kulit terlebih dahulu sebelum melakukan perawatan kulit agar kamu mendapatkan hasil perawatan yang maksimal sehingga kulit nampak lebih bersih dan segar.

Nah, ini dia beberapa cara untuk merawat kulit pria yang dapat kamu coba!

  1. Memilih produk sesuai jenis kulit

Apabila kamu telah memahami jenis kulitmu, maka cara merawat kulit pria yang perlu kamu lakukan selanjutnya ialah memilih produk skin care yang tepat untukmu. Produk ini dapat meliputi facial wash atau sabun cuci muka, produk pembersih wajah, hingga pelembap.

Apabila kamu memiliki kulit yang berminyak dan berjerawat maka produk yang memiliki kandungan asam, contohnya asam glikolat atau asam salisilat akan sangat tepat untuk kamu pilih. Akan tetapi jika kamu memiliki kulit kering, kamu perlu mengusahakan untuk menghindari produk dengan kandungan alkohol karena akan memperparah tingkat kekeringan di kulitmu. Dilansir dari laman Hello Sehat, bila jenis kulitmu adalah sensitif, ada baiknya untuk kamu  menghindari produk dengan kandungan alkohol, pewangi, pewarna, kamu pun bisa memilih produk berlabel hypoallergenic (berisiko kecil menyebabkan reaksi alergi).

  1. Rutin Bersihkan Wajah dan Gunakan Pelembab atau Tabir Surya

Sama layaknya wanita, maka pria pun memerlukan cara merawat kulit pria dengan baik dan benar. Sangat penting bagi pria untuk melakukan perawatan wajah dasar contohnya perawatan untuk membersihkan wajah dan melembabkan wajah. Hal ini disebabkan karena kulit wajah sering terkena polusi, salah satunya ialah berasal dari asap rokok. Hal lain pemicunya ialah, karena pria cenderung memiliki kulit lebih berminyak dan lebih tebal dari wanita. Kamu perlu menghindari kebiasaan mencuci muka menggunakan sabun mandi karena akan menyebabkan kulit wajahpun menjadi lebih kering.

Jangan lupa untuk mengaplikasikan pelembab setelah mencuci muka. Pelembap akan senantiasa bisa menjaga kelembapan kulit. Kamu dapat menggunakannya sesuai kebutuhan, contoh 2 kali dalam sehari. Sedangkan tabir surya digunakan untuk menghindari sinar ultraviolet yang biasanya dapat mempercepat terjadinya penuaan pada kulit, contohnya ialah kerutan, hingga menjadi faktor pemicu kerusakan lain pada kulit. Menurut dokter spesialis kulit Inneke Jane Hidajat menjelaskan bahwa kamu juga harus memperhatikan kandungan tabir surya serta memahami cara pemakaian yang benar, agar dapat terlindungi secara maksimal.

  1. Perhatikan teknik mencukur yang baik

Hal penting lainnya tentang cara merawat kulit pria yaitu memperhatikan teknik mencukur yang baik. Mencukur di bagian wajah merupakan hal yang lumrah dilakukan pria secara rutin, meskipun bagi wanita termasuk dalam hal yang asing. Teknik mencukur akan mempengaruhi cara merawat kulit wajah yang tepat pada pria. Teknik tersebut diantaranya ialah penggunaan pisau cukur yang tepat sesuai kebutuhan.

Dengan memilih pisau cukur yang tidak tepat, akan menghindari terjadinya luka pada wajah, hal ini juga dapat dikatakan bahwa perawatan wajah harus dilakukan dengan lebih hati-hati. Perlu pula untuk menggunakan krim cukur yang lembap sebelum mencukur yang bertujuan  mempermudah laju pisau cukur, serta menghindari luka pada kulit wajah. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memastikan bahwa kamu selalu mencukur rambut sesuai arah bulu rambut Anda, bukan ke arah sebaliknya.

 

Sumber gambar : https://pingpoint.co.id

 

 

Gejala Kanker Mulut yang Perlu Anda Ketahui

 

Kanker mulut adalah salh satu jenis kanker yang menyerang bagian mulut. Kanker ini dapat menyerang jaringan bibir, dinding mulut, lidah, gusi, dan langit-langit mulut. Kelenjar ludah juga dapat terserang kanker mulut.

Pertumbuhan jaringan mulut yang abnormal menyebabkan timbulnya kanker ini. Gejala kanker mulut dapat dideteksi sejak dini. Pengobatan kanker mulut dapat berupa radioterapi, operasi, kemoterapi, dan terapi obat bertarget.

Gejala kanker mulut dapat ditandai dengan munculnya bercak putih atau merah, sariawan yang tak kunjung sembuh, dan rasa sakit di mulut. Tingkat kesembuhan penderita tergantung dari tingkat stadium kanker dan kondisi kesehatan penderita.

Timbulnya kanker mulut ditandai dengan perubahan yang terjadi pada mulut. Berikut beberapa ciri dari gejala kanker mulut yang perlu anda ketahui.

  • Munculnya bercak putih atau merah

Munculnya bercak putih atau merah pada tenggorokan dapat menjadi gejala awal kanker mulut. Bercak tersebut biasanya dianggap biasa saja, namun anda harus waspada, sebab bercak putih atau merah yang muncul adalah tanda dari perkembangan kanker mulut.

Munculnya bercak putih atau merah ini dapat disebabkan oleh sariawan. Sariawan juga dapat menyebar dan meninggalkan bercak merah pada bibir. Cegah penyebaran tersebut agar tidak berkembang menjadi kanker.

  • Nyeri pada mulut

Gejala awal kanker mulut yang sering dialami penderita adalah rasa nyeri pada mulut yang tak kunjung sembuh dan berlangsung lama. Jika merasakan nyeri pada mulut dan berlangsung lama segera periksakan ke dokter. Penangan yang tepat dan cepat dapat membantu anda terhindari dari penyakit kanker mulut.

  • Bau mulut

Umumnyam bau mulut adalah permasalahan banyak orang. Namun jika anda melakukan berbagai cara untuk mengatasi bau mulut dan tidak terjadi perubahan, maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter anda. Bau mulut yang tak kunjung hilang adalah gejala dari kanker mulut yang tidak banyak orang sadari.

  • Penurunan berat badan

Penurunan berat badan yang tidak wajar dapat menjadi gejala dari timbulnya suatu penyakit. Penderita kanker mulut akan mengalami penurunan berat badan yang drastis sebab mengalami kesulitan dalam menalan. Nutrisi yang masuk ke dalam tubuh kurang sehingga mengakibatkan penderita kehilangan berat badan secara drastis. Gejala ini bisa menjadi tanda kanker mulut di stadium lanjut.

  • Sulit menelan

Sensasi terbakar saat menelan atau mengunyah makanan adalah tanda dari kanker mulut. Biasanya pada bagian tenggorokan merasakan adanya makanan yang tersangkut atau menempel. Rasa sakit saat menelan juga diakibatkan oleh penyempitan kerongkongan yang berbahaya bagi kesehatan mulut anda.

  • Benjolan

Munculnya benjolan disebabkan oleh penebalan pada dinding mulut. Hal ini biasanya terjadi saat anda mengalami sakit gigi, namun apabila benjolan tersebut semakin membesar, maka anda harus waspada, karena bisa jadi itu bukanlah benjolan biasa melainkan gejala dari kanker mulut.

  • Lidah mati rasa

Sel kanker yang telah menyebar dapat menyebabkan mati rasa pada lidah anda. Hal ini tentu saja dapat mengganggu dan menyebabkan seseorang tidak dapat merasakan rasa dari makanan, dan menurunkan nafsu makan.

  • Sakit pada gigi atau rahang

Nyeri pada gigi atau rahang dapat menjadi gejala munculnya kanker mulut. Anda harus waspada ketika anda mengalami nyeri gigi atau rahang yang kunjung sembuh dalam waktu lama. Ketika anda mengalami hal ini, segera periksakan diri anda ke dokter.

  • Perubahan suara

Kanker mulut dapat memengaruhi suara anda. Hal ini disebabkan kanker telah menyebar ke pita suara, akibatnya suara menjadi serak atau parau. Hal ini membuat penderita kesulitan dalam mengucapkan beberapa kata atau berbicara.

Selain gejala di atas, gigi goyang tanpa penyebab yang jelas juga bisa menjadi gejala dari kanker mulut. Selalu konsultasikan diri anda kepada ahlinya atau dokter untuk mendeteksi kanker mulut sejak dini sehingga pengobatan yang diberikan dapat dilakukan segera.

 

Referensi:

Honestdocs.id

Alodokter.com

 

Sumber gambar:

merderka.com

Jenis Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

 

Fenomena menyebarnya penyakit menular seksual atau dikenal dengan singkatan PMS memang harus segera diberantas. Bagaimana tidak, akibat buruk dan merugikan dari berbagai penyakit ini sangat membahayakan penderitanya. Orang yang sebelumnya tidak terinfeksi bisa terkena infeksi karena berbagai media penularan. Untuk itu, kenali jenis penyakit menular seksual di bawah ini agar meningkatkan kewaspadaan.

  1. Sifilis

Sifilis atau yang sering disebut juga dengan istilah raja singa adalah suatu infeksi yang disebabkan bakteri Treponema pallidum. Tidak hanya lewat berhubungan intim tanpa pengaman, penyakit ini bisa ditularkan lewat paparan cairan tubuh. Untuk itu, sebaiknya ketahui pula berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko tertular sifilis, seperti memakai toilet bersama pengidap, berbagi peralatan makan dan mandi, juga penggunaan pakaian bersama dengan penderita sifilis.

  1. Gonore

Jenis penyakit menular seksual berikutnya adalah gonore yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menginfeksi bagian-bagian tubuh yang lebih hangat ataupun lembap, di antaranya adalah bagian tenggorokan, anus, Miss V ataupun uretra. Penyakit gonore ini menimbulkan gejala yang berbeda antara pengidap wanita dan pria. Meskipun demikian, umumnya pengidap gonore mempunyai frekuensi buang air kecil yang lebih sering.

  1. Klamidia

Klamidia merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini menginfeksi mata, tenggorokan, serviks, saluran kencing, sampai anus. Alangkah lebih baik, segera kenali gejala penyakit klamidia ini agar penanganan dapat dilakukan sejak dini. Beberapa gejalanya adalah sakit saat buang air kecil, sakit di bagian bawah perut, keluar cairan tidak normal dari penis atau vagina, sakit saat berhubungan seksual, pendarahan vagian antara satu menstruasi dan periode berikutnya, serta terasa nyeri pada testis.

  1. Hepatitis

Hepatitis A, B, dan C adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang hati dan bisa ditularkan melalui cairan tubuh saat berhubungan seks. Beberapa gejala yang dapat dialami penderita adalah tubuh lemah, mual dan muntah, demam, nyeri di bagian perut, kehilangan nafsu makan, nyeri pada sendi atau otot, urin berwarna gelap, gatal, dan kulit menjadi berwarna kekuningan.

  1. Herpes Genital

Jenis penyakit menular seksual berikutnya adalah herpes genital yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV) yang masuk ke tubuh melalui luka kecil pada kulit atau selaput lendir. Orang yang terinfeksi virus ini tak pernah menyadari dirinya telah terinfeksi. Hal tersebut dikarenakan herpes pada umumnya tidak menimbulkan tanda spesifik. Meskipun demikian, ada beberapa tanda dan gejala umum yang bisa dideteksi yaitu terdapat benjolan merah kecil, kulit yang melepuh, atau luka terbuka di area genital dan sekitarnya. Sakit atau gatal di sekitar area genital, pantat, atau paha dalam juga menjadi gejalanya.

  1. Trikomoniasis

Penyakit menular seksual ini diakibatkan oleh Trichomonas vaginalis dan bisa dialami oleh pria ataupun wanita. Meski demikian, wanita muda yang masih aktif secara seksual, lebih rentan mengalami penyakit ini. Menggunakan kondom saat berhubungan intim dapat mencegah penyebaran penyakit ini.

  1. HPV

Human Papillomavirus (HPV) merupakan salah satu jenis virus yang umumnya dapat ditularkan lewat hubungan seksual tanpa kondom. Sama seperti yang lainnya, terkadang virus ini tidak menunjukkan gejala kemunculannya. Akan tetapi, terdapat beberapa gejala yang bisa diwaspadai, di antaranya adalah muncul daging kecil berwarna merah atau keabu-abuan di aea genital. Terdapat kutil yang letaknya berdekatan atau berbentuk seperti kembang kol. Rasa gatal juga muncul di area genital dan adanya pendarahan saat berhubungan seks.

  1. Infeksi HIV

Infeksi HIV atau human immunodeficiency virus merupakan jenis penyakit menular seksual yang sangat berbahaya. Virus HIV ini mampu menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Ada beberapa cara yang bisa menyebabkan seseorang terpapar virus ini, yaitu berhubungan intim tanpa pengaman, transfusi darah, serta berbagi pemakaian alat suntik.

Selain memakai kondom, setia kepada satu pasangan serta menghindari berganti-ganti pasangan dalam berhubungan intim dapat mencegah Anda dari penularan penyakit menular seksual. Pemakaian alat kesehatan yang steril, seperti pada jarum suntik, sangat bermanfaat mencegah penularan PMS ini.

 

Sumber Artikel:

www.halodoc.com

hellosehat.com

doktersehat.com

 

Sumber Gambar:

www.sehatfresh.com

tirto.id

nationalgeographic.grid.id

 

Gejala dan Penyebab Kanker Laring yang Perlu Anda Waspadai

 

Sebelum mengetahui gejala kanker laring, kamu harus tau dulu apa itu kanker laring.

Laring adalah organ yang letaknya berada tepat di atas batang tenggorokan atau trakea. Fungsi dari laring adalah untuk membuat suara atau sering kita sebut dengan kotak suara. Selain itu, laring berfungsi untuk membantu dalam proses menelan dan pernapasan.

Kanker laring adalah jenis kanker yang menyerang organ kotak suara ini. gejala dari kanker laring ini biasanya ditandai dengan suara serak, sakit pada tenggorokan, dan kesulitan untuk bernapas.

Gejala pada kanker ini mudah dideteksi. Namun apabila kondisi masih ringan, biasanya tidak menunjukkan gejala. Berikut beberapa gejala kanker laring:

  • Sakit pada ternggorokan
  • Suara serak
  • Berat badan turun secara drastis
  • Kesulitan dalam bernapas
  • Sulit menelan
  • Batuh berdarah
  • Sakit pada bagian telinga
  • Terdapat benjolan atau bengkak pada leher

 

Penyebab

Kanker laring umum terjadi, dan dapat menyerang siapapun. Namun, kasus kanker ini umumnya banyak terjadi pada wanita. Kanker ini muncul akibat dari perubahan sel menjadi abnormal. Pertumbuhan sel yang tidak terkendali menghasilkan jaringan yang biasa disebut dengan istilah tumor.

Namun demikian, ada beberapa faktor lain yang dapat memicu timbulnya kanker ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Berusia di atas 55 tahun

Pada banyak kasus, kanker laring lebih sering menyerang orang pada usia di atas 55 tahun. Jarang ditemukan kanker ini menyerang pada usia dibawah 55 tahun.

  • Sering merokok

Faktor risiko utama menyebab kanker laring adalah terlalu sering merokok. Semakin banyak merokok, maka semakin tinggi risiko mengalami kanker laring.

  • Mengonsumsi alkohol

Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko terkena kanker laring. Selain merusak organ tubuh, alkohol memicu sel-sel menjadi rusak dan pertumbuhan yang tidak normal.

  • Paparan asbes

Paparan asbes dapat meningkatkan risiko kanker ini. Asbes adalah mineral yang telah banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan industry.

  • Riwayat kanker

Faktor genetik atau keturuan dapat menimbulkan tumbuhnya kanker laring. Riwayat kanker yang terjadi pada anggota keluarga juga bisa menjadi faktor risiko terkena kanker laring.

  • Diet tidak sehat

Kurang dalam mengonsumsi sayur dan buah dapat menimbulkan kanker laring. Pola diet yang salah, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan produk hewani, daging olahan, juga bisa menjadi faktor pemicu kanker laring.

  • Refluks Gastroesofagus

Penyakit ini adalah komplikasi lambung, termasuk asam lambung kembali (refluks) dan menyebabkan mulas serta rasa tidak nyaman di bagian perut atau bagian dada. Asam lambung yang kembali ke laring dapat merusak jaringan dan meningkatkan risiko kanker.

  • Human Papilomavirus (HPV)

HPV adalah virus yang ditularkan melalui hubungan seksual, hubungan antar kulit kelamin, dan seks oral. Virus ini dapat menyebabkan timbulnya papilloma atau kutil pada berbagai bagian tubuh, termasuk laring.

 

Pencegahan dan Pengobatan

Agar rerhindari dari kanker ini, anda dapat melakukan pencegahan agar tidak terkena kanker laring. Cegah timbulnya kanker laring dengan mengubah pola hidup sehat, makan teratur, dan olahraga secara teratur dapat meminimalisir risiko timbulnya kanker laring.

 

Jika anda terlanjut terkena kanker laring, berikut adalah beberapa pengobatan yang dapat dilakukan.

  • Operasi

Operasi dapat dilakukan dengan menyesuaikan kondisi pasien. Pengangkatan kanker tumor pada area kanker dan jaringan sekitarnya.

  • Radioterapi

Prosedur dengan menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Radioterapi ini juga digunakan untuk mendukung pengangkatan atau operasi kanker laring.

  • Kemoterapi

Pengobatan ini dilakukan dengan terapi obat-obatan khusus untuk membunuh atau mengehentikan pertumbuhan sel kanker.

 

Referensi:

Alodokter.com

Hellosehat.com

Rskariadi.co.id

 

Sumber Gambar:

alodokter.com

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Dikutip dari alodokter – Ejakulasi Dini adalah suatu kondisi ketika seorang pria ejakulasi atau mengeluarkan sperma terlalu cepat saat melakukan hubungan seksual. Kondisi ini dapat mengakibatkan tidak tercapainya klimaks atau kepuasan seksual pada pasangan atau pada pria itu sendiri .

Banyak kasus perceraian yang diakibatkan karena pasangan tidak memiliki kepuasan seksualnya ,penting sekali tetap menjaga keharmonisan dalam berumah tangga . banyaknya kekecewaan yang dialami oleh pasangan lain karena salah satu dari pasangannya mengalami ejakulasi dini yang dapat mengakibatkan satu dari mereka tidak mencapai klimaksnya.

Sebelum kita membahas tentang bagaimana cara mengatasi ejakulasi dini , ada baiknya kita mengetahui dulu penyebab ejakulasi dini secara psikologis :

  1. Sering melakukan onani , bagi anak remaja yang gemar menonton video porno, besar kemungkinan akan melakukan onani . tidak hanya sekali, namun melakukan onani sesering mungkin bisa mennyebabkan ejakulasi dini saat anak tersebut menginjak usia dewasa.
  2. Stres
  3. Rasa cemas karena tidak dapat memuaskan pasangan
  4. Depresi

Bukan hanya faktor psikologis saja ,namun faktor lain yang menyebabkan ejakulasi dini adalah :

  1. Kerusakan saraf yang diakibatkan oleh cedera dibagian saraf atau operasi
  2. Gangguan hormon
  3. Gangguan prostat
  4. Gangguan Zat kimia di bagian otak
  5. Efek samping merokok
  6. Mengkonsumsi narkoba atau minuman keras
  7. Gangguan hormon tiroid

faktor keturunan juga bisa menyebabkan seseorang mengalami ejakulasi dini , seseorang yang didalam keluarganya memiliki riwayat ejakulasi dini dapat beresiko mengalami ejakulasi dini juga.

Adapun cara meengatasi Ejakulasi Dini adalah

  • Jika anda merasa malu untuk kedokter , anda bisa melakukan pengobatan sendiri terlebih dahulu sebelum anda memutskan untuk ke dokter. Dengan cara melakukan relaksasi atau teknik pengahlian perhatian :
  1. Cara tersebut digunakan bagi yang sudah memiliki pasangan sah secara agama maupun negara . yaitu dengan cara merubah posisi atau gaya saat melakukan hubungan seksual dengan pasangan . gunanya untuk lebih mudah menarik penis saat anda sudah mulai merasakan ejakulasi. Setelah ejakulasi anda telah hilang ,anda dapat melanjutkan penetrasi kembali.
  2. Cara penangan lain untuk ukuran penis yang kecil adalah dengan menggunakan kondom yang tebal akan dapat membantu menurunkan sensasi ejakulasi.
  3. Anda dapat melakukan relaksasi dengan cara tarik nafas dalam-dalam dan sempatkan untuk beristirahat sebentar ditengah-tengah penetrasi. Coba untuk alihkan pikiran anda dan coba untuk menikmati permainannya.
  4. Mencobalah untuk berhenti merokok dan biasakan untuk hidup sehat ,dengan melakukan olahraga dan makan –makanan yang bergizi.
  • Pengobatan ejakulasi dini
  1. Sari bunga kembang sepatu

Menurut ahli penderita ejakulasi dini dapat mengkonsumsi herbal sari bunga kembang sepatu . yang dipercaya dapat mengatasi ejakulasi dini tanpa obat kimia karena didalam sari bunga kembang sepatu terdapat kandungan yang bisa memperbaiki mood atau suasana hati seseorang. Karena salah satu faktor dari ejakulasi dini adalah stres untuk itu anda perlu mengurangi stres tersebut.

  1. Suplemen Kava

Akar kava dan daunnya memiliki kasiat untuk meningkatkan aliran darah ke penis ,sehingga dapat menghambat ereksi yang terlalu mudah keluar. Suplemen kava bisa anda peroleh dengan sediaan pil atau bubuk , yang bisa anda minum sebelum melakukan seks.

  1. Minum suplemen 5HTP (hydroxytryptophan )

Kandungan dari suplement tersebut adalah menekan dorongan untuk ejakulasi lebih cepat  dan dapat menambah stamina pria diranjang. Anda bisa menemukan 5HTP di apotek terdekat.

  1. Konsumsi suplemen graphite 12c

Menurut para ahli suplemen tersebut dapat membantu mengatasi ejakulasi dini jika dikonsumsi dengan rutin. Tentunya dengan anjuran dokter , anda dapat berhenti mengkonsumsi suplemen ini, jika dirasa kondisi anda sudah jauh lebih baik.

Itulah beberapa cara untuk mengatasi ejakulasi dini , semoga artikel ini dapat memberikan manfaat atau pengetahuan seputar ejakulasi dini . 

 

Sumber gambar : kaltim.tribunenews.com