Kanker laring adalah kondisi seseorang yang mengalami tumor ganas pada laring dan memerlukan pengobatan khusus kanker laring. Laring adalah bagian dari saluran pernapasan, dan tempat untuk membuat suara. Laring biasanya juga disebut sebagai pita suara. Laring juga berfungsi dalam membantu proses menelan. Laring terletak di tepat di atas batang tenggorokan atau trakea.

Gejala kanker laring tidak muncul pada tahap, sehingga pengobatan kanker laring ini diberikan saat memasuki tahap tertentu. Sebelum memberikan pengobatan, dokter akan mendiagnosis terlebih dahulu agar dapat memberikan pengobatan dan perawatan dengan tepat.

Pengobatan kanker laring dapat dilakukan dengan melakukan operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Sebelumnya tahap atau stadium kanker akan ditentukan terlebih dahulu oleh dokter.

  • Stadium 0 atau disebut dengan carcinoma in situ. Tahap ini mulai muncul sel abnormal yang bisa menjadi kanker dan dapat menyebar ke sel lain.
  • Stadium I. Pada tahap ini sel abnormal telah menjadi kanker, namun masih berukuran kecil dan belum menyebar.
  • Stadium II. Kanker yang terdapat di laring bertambah besar, namun belum menyebar ke bagian lain.
  • Stadium III. Kanker telah bertambah besar dan mulai menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Stadium IV. Pada tahap ini biasanya disebut dengan metastasis, kanker telah menyebar ke organ tubuh lain yang letaknya jauh dari laring.
READ  Penyebab dan Gejala Kanker Mata yang Harus Anda Waspadai

Penyebab

Kanker laring dapat dipicu oleh beberapa faktor sebagai berikut.

  • Berusia diatas 55 tahun
  • Sering merokok
  • Diet yang tidak sehat
  • Terpapar asbes dalam jangka panjang
  • Terinfeksi virus Human Papillomavirus (HPV)
  • Mengonsumsi alkohol
  • Riwayat kanker tenggorokan pada keluarga
  • Penyakit lambung atau GERD
  • Menderita kondisi genetic tertentu, misalnya anemia fanconi

Gejala

Tahap awal kanker laring biasanya tidak menimbulkan gejala. Namun, apabila timbul gejala, kanker laring lebih mudah dideteksi daripada kanker lainnya. Berikut gejala kanker laring.

  • Suara serak
  • Terdapat bejolan pada leher atau pembekakan
  • Kesulitan dalam bernapas
  • Kesulitan dalam menelan
  • Terasa sakit pada tenggorokan
  • Batuk berdarah
  • Berat badan turun drastis
  • Sakit pada bagian telinga
READ  Yuk, Cari Tahu Cara Mudah Merawat Kulit Pria

Pengobatan

Dalam menangani kanker laring ini, terdapat 3 cara pengobatan yang umum dilakukan. Diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Operasi

Terdapat 3 tipe operasi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

Tipe 1 adalah Reseksi Endoskopi. Operasi tiper pertama ini dilakukan untuk menangani tumor yang masih kecil dengan cara memotong tumor tersebut.

Tipe 2 adalah Laringektomi parsial. Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan pada bagian leher untuk mengangkat tumor. Setelah itu pasien akan diberi lubang pada bagian leher untuk membantu pasien dalam berbicara dan bernapas.

Tipe 3 adalah Laringektomi total. Operasi tipe ini dilakukan ketika kondisi kanker sudah sangat parah dan seluruh laring harus dipotong. Hal ini membuat pasien kesulitan dalam berbicara, dan membutuhkan stoma permanen untuk membantu dalam bernapas.

  • Radioterapi
READ  Jenis Penyakit Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai

Pengobatan ini menggunakan radiasi untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Pengobatan jenis ini dilakukan pada kondisi kanker laring masih ringan. Radioterapi juga digunakan untuk membantu dalam proses operasi pengangkatan tumor yang bertujuan untuk mengecilkan tumor sehingga mudah untuk diangkat. Pengobatan dengan prosedur ini juga memiliki efek samping, seperti peradangan pada lapiran mukosa tenggorokan, perubahan pada kulit, dan mulut kering.

  • Kemoterapi

Prosedur dengan menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker. Prosedur ini digunakan ketika kanker telah menyebar ke organ tubuh lain. Pengobatan dengan kemoterapi juga memiliki efek samping, diantaranya adalah mual dan muntah.

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda agar pengobatan dan perawatan yang diberikan sesuai dengan kondisi anda.

 

Referensi

Alodokter.com

Hellosehat.com

Sumber: futuready.com